CERITA SEMUSIM Oleh : Emmanuelle Jocelyn Handoyo (Finalis LCP Batch 2)

📅 16 Februari 👁 Memuat...

CERITA SEMUSIM

Oleh : Emmanuelle Jocelyn Handoyo


Entah pada petang yang keberapa

Setangkai mawar merah mengadah

Wajah kelopaknya menatap ke langit mendung

Satu- persatu rintik hujan ia tanyai

Mengapa ia tak lagi rasakan hangat dari matahari

Tiada yang menjawab

Tetesan air hanya menumpang berlalu kemudian pergi lagi

Ia menunggu hingga pagi

Masih menunggu di siang hari

Dan bertahan sampai waktu petang lagi

Tak kunjung ia temukan si matahari

Ia bercakap cakap dengan musim

Tetapi penghujan tak bisa diajak bernegoisasi

Kata penghujan

“Jika kau merindukan matahari, berjuanglah untuk bertahan dalam ratusan hari ke depan ini”

Mawar itu tak kuasa menahan tangis

dalam kerinduan diam diam

Penghujan memburaikan rintik

Untuk membanyunya menyeka air mata

Hari demi hari berganti, ketopaknya berguguran mati

Hingga bulan keenam matahari kembali dari perantaan Panjang

Ia tertunduk sebab tahu kekasihnya telah mati dirajam hari

Hangat kerinduan tak ada arti lagi

Setelah dua kerinduan saling dipendam sepi

Kini tinggal belukar kerontang

Menyemi di atas ladang yang kembali gersang

Tangerang, 19 Januari 2021



Biodata penulis

Nama saya Emmanuelle Jocelyn handoyo,dapat dipanggil dengan nama Jocelyn atau jeha. saya lahir di Tangerang pada tanggal 28 September,2003. Saya merupakan seorang murid yang bersekolah di uphc. Saya gemar untuk menulis (terutama puisi dan cerpen), menggambar, dan melukis. Jika ingin berkenalan dengan saya dapat memfollow ig saya e_jocelyn_h dan email Emmanuelle.jocelyn@gmail.com.

CERITA SEMUSIM

Oleh : Emmanuelle Jocelyn Handoyo


Entah pada petang yang keberapa

Setangkai mawar merah mengadah

Wajah kelopaknya menatap ke langit mendung

Satu- persatu rintik hujan ia tanyai

Mengapa ia tak lagi rasakan hangat dari matahari

Tiada yang menjawab

Tetesan air hanya menumpang berlalu kemudian pergi lagi

Ia menunggu hingga pagi

Masih menunggu di siang hari

Dan bertahan sampai waktu petang lagi

Tak kunjung ia temukan si matahari

Ia bercakap cakap dengan musim

Tetapi penghujan tak bisa diajak bernegoisasi

Kata penghujan

“Jika kau merindukan matahari, berjuanglah untuk bertahan dalam ratusan hari ke depan ini”

Mawar itu tak kuasa menahan tangis

dalam kerinduan diam diam

Penghujan memburaikan rintik

Untuk membanyunya menyeka air mata

Hari demi hari berganti, ketopaknya berguguran mati

Hingga bulan keenam matahari kembali dari perantaan Panjang

Ia tertunduk sebab tahu kekasihnya telah mati dirajam hari

Hangat kerinduan tak ada arti lagi

Setelah dua kerinduan saling dipendam sepi

Kini tinggal belukar kerontang

Menyemi di atas ladang yang kembali gersang

Tangerang, 19 Januari 2021



Biodata penulis

Nama saya Emmanuelle Jocelyn handoyo,dapat dipanggil dengan nama Jocelyn atau jeha. saya lahir di Tangerang pada tanggal 28 September,2003. Saya merupakan seorang murid yang bersekolah di uphc. Saya gemar untuk menulis (terutama puisi dan cerpen), menggambar, dan melukis. Jika ingin berkenalan dengan saya dapat memfollow ig saya e_jocelyn_h dan email Emmanuelle.jocelyn@gmail.com.