Wali Kita Oleh : Shofiyah (Finalis LCP Batch 2)
👁️ dibaca

Table of Contents

Wali Kita

Oleh: Shofiyah


Kita telah lama mengubur masa yang dahulu sepi sebagai tempat untuk berempati

Kita telah bersulang demi secawan minuman yang melegenda—sepanjang sejarah menyudahinya sebagai penelaah

Meski yang didapati, hanyalah angkuh

Menyatakan diri sebagai yang dinyana dari pribadi yang fana

: alpa

Setelah berlamat-lamat berpikir, ada alamat yang mesti dikejar pintunya terbuka

Agar memiliki daya untuk berkelana sebagai tamu

Atau mengunjungi ia untuk merenda temu

Sekuat yang pasti, akan kalah dengan yang mendasari

Kurung kurawal dikawal belum menemukan tanda titik sebagai akhir kalimat

Kota masih sibuk menata letak stategisnya

Ekonomi memeriksa kelumpuhannya

Yang kabur hanyalah pandangan melupa syukur

Sebagai adigdaya, menciptakan logika

Menembus yang sirna sebagai jelaga terjaga

Maka, izinkanlah menutup mata

Dengan adiwarna yang tiada sementara

: sebagai wali kita di mata puisi yang sama

Probolinggo, 17 Januari 2021



Biodata Penulis

Shofiyah, pemuisi yang sering jatuh hati dengan tingkah anak-anak, diadopsi dalam rahimnya, kemudian dijabarkan dalam bentuk narasi indah. Silakan temukan dirinya di IG: @shofiyah_717 TW: @Shofiyah717 dan kontak WA: 085 236 191 969.

8 komentar

DINA MIRDA 21/02/21, 10.11 Delete
Keren banget semangat mba panutanku
FisaCanteeq 21/02/21, 10.30 Delete
Wow it's so good kak
Diandian 21/02/21, 10.42 Delete
Semangaatt , karya karyanya selalu bikin kaguumm.. Pingin bisa ngerangkai kata tapi endinge tulisanku mbulet 😂😂😂
Andika YEM 21/02/21, 11.01 Delete
Mantap, barokallah. Semoga kesuksesan selalu menyertai
Bunda Edusayang 21/02/21, 11.47 Delete
Masya allah..ketika berlama lama kuulangi sati demi satu rangkaianbhurufnya, daku terpesona..Keep spirit dalam berkarya...Salam Literasi
Unknown 21/02/21, 12.39 Delete
Diksinya dahsyat, selalu. Sukses Mbak.
Anonim 21/02/21, 13.29 Delete
keren buu, sukses dan semangat selalu yaa
Shofiyah 21/02/21, 14.25 Delete
Selamat menyelami kata-kata tanpa harus tenggelam mencari maknanya, heuheu.