APA YANG DISEBENARKANNYA Oleh : Happy Nasyiduna Setyono (Finalis LCP Batch 3)
👁️ dibaca
lelah rasanya jika tidak bisa terbuka
tapi terbayang betapa lelahnya jika sudah terbuka
ada ada saja keinginan hati, yang tak sejalan dengan pikiran ini
sirik berkuasa ingin seperti mereka
tapi bintang tak mungkin nampak ketika siang menerpa
aku yang tenggelam kemudian bernafas
sesak; berat; lalu gelap
air merasuki tubuh menendang dan menggoda dan mengganti peran senyawa kehidupan
bergelayut lunglai bak burung terbang yang tertembak
begitupun rasa yang sakit nan gila mengacaukan sepenuh jiwa
aku sekarang adalah orang yang sedang mengangkat tangan di hadapan tuhan
buntu bagaimana berjalan walau sudah tau yang manakah jalan
menggantung hidup ini di antara konsekuensi benar salah
maju kena mundur kena lantunan dari pepatah
berkali kali ku hembuskan nafas tanda aku sudah lelah
namun kenapa kokoh mental ini, hingga air mata saja enggan melihat kotornya isi semesta yang katanya indah
serak lemah suaraku mendukung suasana
ditambah kosong tatapan hampa, terus menerus bertanya
di depan itu apa dan nanti jadi apa
tak ada lagi-karena muncul siapa lagi-takut kenapa begini lagi-tak mau berakhir ini lagi-hingga kalimat itu kembali bersuara lagi-aku harus bagaimana lagi?
Ponorogo, 22 Mei 2019
BIODATA PENULIS
Aku Happy, lahir 4 Mei, seorang laki-laki. Orang melihatku tersenyum tanya tanda tak percaya, nama perempuan katanya. Ku jawab laki-laki juga berhak bahagia, ditambahlah tawa, harapan nyata, happy semualah jadinya! hepijoo@mail.ugm.ac.id hepijoo@gmail.com
12 komentar
jalan itu tak lagi buntu
dan kaki itu takkan lesu
tersandung besarnya batu