Elegi Asmaraloka Oleh: Galih Meilani (Finalis LCP Batch 3)
Kala litani tak tersampaikan pada Tuhan,
pengharapan dua insan berujung sia-sia.
Lantas untuk apa?
Kita memupuk semua daya dan rasa?
Untuk apa harus menanti dan merasa dinanti?
Ingin sejenak berhenti.
Dan bertanya, salahkah kumembenci diriku sendiri?
Atau harus kubenci saja dia?
Ya!
Dia yang mengadarusa seluruh hatiku.
Dia yang selalu membuatku gundah tak tentu.
Dia yang tak jua datang padaku.
Dia yang mengharap tak sesuai karsaku.
Benar.
Kini, semua harus kembali.
Menepi.
Bermunajat hati.
Dan kupasrahkan semua pada Tuhan.
Yang memegang seluruh jawaban.
Jawa Tengah, 14 November 2021
Biodata Penulis
Galih Meilani, remaja perempuan yang bersekolah di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pecinta sajak dan puisi ini beralamat di Dusun Bakalan, Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Teman-temannya sering memanggilnya Mei, terkadang juga Mail, mungkin panggilan Mail terinspirasi dari kartun anak-anak berjudul “Upin dan Ipin” dapat dihubungi melalui email galihmeilani12@gmail.com maupun Whatsapp 082327411239. Perempuan yang memilik nama pena Mei ini sangat serius mengikuti lomba seputar cipta puisi yang merupakan hobinya, sebagai bekal untuk memasuki universitas impiannya.
24 komentar
Keren bangett puisimu
Selamat berkarya
Iq 300
Mwuachh 3000
mantab kakkkkkk
tingkatkan lagii:)
semangat berkaryaa
semangattt❤️
semangattt-!
Jago nulis rupanya
Kutunggu tulisan selanjutnya