GERHANA ASMARA Oleh: Hasna Mumtaz Nastiti (Finalis LCP Batch 3)
👁️ dibaca
Terik mentari menembus ke celah petak itu
Sang dara terbangun dari lelap yang membelenggu
Pagi kala itu tak membuatnya riang seperti dulu
Kalbu tak lagi bening namun begitu kelabu
Ain terasa berat tak sanggup menahan kejamnya rindu.
Sukma menjerit menahan rasa sakit yang membelit
Raga tercabik dengan kata yang masih melilit
Angan berkecamuk dengan kisah gundah yang selalu membesit
Seakan ego tak bisa melepas sang kesatria yang meninggalkan rasa pahit
Seolah diri tak mampu melupa setiap kenangan yang telah dirakit.
Begitu tega ditusuknya busur dengan amat dalam
Sengaja ditaruhnya begitu banyak dendam
Benih-benih benci dengan suburnya terus ditanam
Dikuburnya cinta hingga rapat terbenam
Memberi ingatan akhir yang begitu kelam.
Mencoba bangkit membantah rasa yang jerih
Mulai melangkah melawan pilu walau tertatih-tatih
Membawa tegar walau hati terus merintih
Melukis goresan wajah yang indah walau tanpa kasih
Meredam gejolak gusar dan berharap segera pulih.
Bekasi, 9 Maret 2021
Biodata Penulis
Rangkaian kata di atas merupakan karya Hasna Mumtaz Nastiti yang akrab disapa Mum. Perempuan yang lahir di Kota Bekasi pada bulan enam ini memang tidak punya banyak pengalaman dalam hal menulis, tetapi ia selalu mencoba untuk terus mengeksplor hobi barunya. Mum yang duduk di bangku kuliah ini dapat ditemui melalui email hasnamumtaz15@gmail.com dan laman instagram pribadinya @hsnmmtz15_.
21 komentar