KEMATIAN YANG SEBATANG KARA Oleh: M. Habib Syafa’at (Finalis LCP Batch 3)
Wanita berwajah renta itu berkaca
Perlahan ia menyisir sisa perjalanannya
Panjang kisah para bocah terjuntai
—putih kering berserakan di lantai
Di belakangnya, tampak telah bernafsu
Kemalangan dari zaman-zaman batu
Memijat bahu dan pundak yang keriput
lalu melemaskan urat-urat tangan maut
Ia sadar, ketika tiba matanya terketuk
Di halaman rumah sudah ada bingkisan
: sedikit upeti terakhir untuk
mengganti segala pertaruhan
yang akan nyaris menjadi sia-sia
Dibawa oleh sosok bertangan cahaya
yang siap menutup memoar tebal berdebu
—bertahun-tahun tak tersentuh jari manis para perindu
Sayangnya, sebelum dihentikan detik-detik pada jam dinding
Jauh di luar jangkauan getar gelombang suara tangis yang merinding
Ada karangan bunga yang gugur, tangkai firasat yang patah
juga sebingkai kenangan yang jatuh dan pecah
tersenggol pertanda-pertanda buruk
tapi tak sanggup menggetarkan satu pun bulu pada tangkai tengkuk
—tak sanggup menggegarkan satu pun ruang pada kulit ari jabang bayi
: ruang yang masih menyimpan belaian seorang ibu, di ujung abadi
Bojonegoro, 4 Januari 2021
Biodata Penulis
M. Habib Syafa’at, lahir pada tanggal 01 November 1995 di Bojonegoro, Jawa Timur. Lulusan Universitas Negeri Surabaya Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Saat ini mengajar Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur. Bisa dihubungi melalui e-mail habibsyafaat01@gmail.com, atau nomor telepon/Whatsapp: +6285706067554.
Posting Komentar