Kepada Tuan Ron yang Tersayang Oleh Mareta Wardini (Finalis LCP Batch 3)

📅 21 Maret


Engkau senantiasa redakan hujanku, walau dengan begitu engkau mesti menggigil

Ditengah gigil bibirmu bergetar-getar kuat seakan kau mengutuk aku

Namun kau paksakan diri untuk tetap hangat

Pada buku-buku jarimu yang membiru engkau tahan sakit, sejerat luka hati malah engkau genggam

Wahai Tuan Ron yang Tersayang, engkau laksana setubuh puisi yang penuh akan cerita sedih

Dan kadangkala digilir sebait irama tak kasat mata yang hanya kita mendambanya

Kemudian, diluar itu semua aku telah menulis puisi ini

Segenap jiwaku,

Bersama kasihku yang tak kian mati walau engkau bunuh berkali-kali,

Serta rinduku yang meminta tolong

Kumohon, pulanglah, pulang kepadaku

Hadiahi lagi aku dengan cinta dan cerita-cerita penghapus lara

Aku siap bersedih lebih lama dan menangis lebih kencang

Tak apa bila aku mesti lebih sengsara

Asal engkau ada, asal engkau terus disini, di hatiku.


Pangkalanbun, 14 Maret 2021



BIODATA

Seorang dara lahir di Pangkalanbun pada saat matahari sedang terik-teriknya pada tanggal 28 Maret tepat 18 tahun yang lalu. Ia diberi nama Mareta Wardini dan menjadi anak bandel yang suka menulis puisi sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Kata mama, ia juga senang bernyanyi dan menari seakan jadi putri raja, padahal kenyataannya lebih mirip sama badut di lampu merah.