Ketidakadilan Oleh : Muhammad Lazuardi (Finalis LCP Batch 3)

📅 20 Maret 👁 Memuat...

 

Tatapan nan polos tak berdaya dan penuh hampa

Pikiran arkais yang dicampakkan selalu saja datang menerpa

Batin diri bekerja keras untuk meredam rasa amarah

Namun, helaan napas sebagai bukti akhir usaha yang amat payah

Ini semua bermula dari kesalahan yang tidak terduga

Namun dibalas dengan bayaran menyayat hati yang terjaga

Lihatlah! Raksi kebusukan bergejolak mendatangkan kelicikan

Hingga tanda kebenaran sudah tidak tampak pada permukaan

Aku sangat letih, ketidakadilan sudah terbang berhamburan

Diriku hampir tidak sanggup menanggung keputusan wali

Mengapa mereka tidak memandang adanya kebenaran?

Apa kebenaran dapat memerihkan pasang mata kalangan wali?

Sungguh… seperti ada ribuan anak panah menancap dalam hati

Kurasakan urat tubuh sebagai jalur aliran listrik tegangan tinggi

Senyuman pilu seakan memulihkan cedera dalam hati

Tersadar semesta ini memang keji, aku harus membiasakan diri

Kuharap semesta segera pulih, dan kebenaran akan hidup abadi


Jakarta, 14 Maret 2021



Biodata Penulis

Muhammad Lazuardi, seorang siswa SMAN 28 JAKARTA yang memiliki banyak hobi salah satunya menulis puisi sejak duduk di bangku SMP, ia beralamat di Jalan Bima Jaya RT 002 RW 04 No.5, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Ardi, begitu panggilannya sehari-hari, ia dapat dihubungi melalui WhatsApp 08979055170 maupun email mlazuardi80@gmail.com

 

Tatapan nan polos tak berdaya dan penuh hampa

Pikiran arkais yang dicampakkan selalu saja datang menerpa

Batin diri bekerja keras untuk meredam rasa amarah

Namun, helaan napas sebagai bukti akhir usaha yang amat payah

Ini semua bermula dari kesalahan yang tidak terduga

Namun dibalas dengan bayaran menyayat hati yang terjaga

Lihatlah! Raksi kebusukan bergejolak mendatangkan kelicikan

Hingga tanda kebenaran sudah tidak tampak pada permukaan

Aku sangat letih, ketidakadilan sudah terbang berhamburan

Diriku hampir tidak sanggup menanggung keputusan wali

Mengapa mereka tidak memandang adanya kebenaran?

Apa kebenaran dapat memerihkan pasang mata kalangan wali?

Sungguh… seperti ada ribuan anak panah menancap dalam hati

Kurasakan urat tubuh sebagai jalur aliran listrik tegangan tinggi

Senyuman pilu seakan memulihkan cedera dalam hati

Tersadar semesta ini memang keji, aku harus membiasakan diri

Kuharap semesta segera pulih, dan kebenaran akan hidup abadi


Jakarta, 14 Maret 2021



Biodata Penulis

Muhammad Lazuardi, seorang siswa SMAN 28 JAKARTA yang memiliki banyak hobi salah satunya menulis puisi sejak duduk di bangku SMP, ia beralamat di Jalan Bima Jaya RT 002 RW 04 No.5, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Ardi, begitu panggilannya sehari-hari, ia dapat dihubungi melalui WhatsApp 08979055170 maupun email mlazuardi80@gmail.com