Luka Oleh: Livia Dwi Mumtazah (Finalis LCP Batch 3)
👁️ dibaca
Tentang luka yang bersanding duka nestapa
Aku yakin berbicara tidak harus dengan suara
Mungkin dengan sebuah kata atau hanya tatapan mata
Mungkin bahasa raga lebih mudah terbaca saat bibir enggan bicara
Persistensi dengan rasa melampaui batas akal dan logika
Daksa mulai melemah sedangkan waktu terus bekerja
Diam atas nama lara menjadi bahasa yang sempurna
Sorai rasanya
Mungkin butuh jeda pada riuh yang ada
Setiap hal butuh diterima tanpa dikutuk keberadaanya
Bertaklif pada yang arif
Percaya pada yang maha bisa
Setiap widya akan sirna
Dalam keyakinan padaNya.
Kebontemu, 9 Maret 2021
Biodata Penulis
Livia Dwi Mumtazah, gadis biasa yang tinggal di Ds. Kebontemu. Dsn. Kabunan, Kec. Peterongan, Kab. Jombang RT.07, RW. 02. Livia, seperti itu orang orang memanggilnya. Dapat dihubungi melalui whatsapp 081322668673 atau juga email liviadwimumtazah2000@gmail.com. Gadis ini dapat dilihat beberapa tentangnya melalui instagram lipia_dwi.
305 komentar
spirit sis😍😍
Selamat
Cukup berdo'a pada-NYA agar selalu bahagia
Pesannya tuh tersirat tapi menyentuh gitu ,bagi yg baca pasti udh tau makna dari pesan ini❤️🥰gk mau tau harus buat lagi dong hehehe...
Sorry gabisa sebut nama satu satu
Sampai detik ini karena kalian, makasih banyakk makasih makasih makasih..
Sorry gabisa sebut nama satu satu
Sampai detik ini karena kalian, makasih banyakk makasih makasih makasih..
Ada hati yang bisa menemanimu hingga menjadi luluh
Ada hati yang akan menunggu walaupun terlampau jarak yang jauh
Allah yang maha mendengar hati setiap orang yang mengadu
Supaya kamu semangat untuk Berpacu
Kerja keras tanpa ragu ibadah nomor satu
Allah selalu menemani kamu disetiap waktu
sampai kamu mendapatkan semua rezekimu dan menemui ajalmu.
Semangat terus wes LIVVVV