PATAH HATI Oleh: Eva Rahmawati (Finalis LCP Batch 3)
👁️ dibaca

Table of Contents


Sepanjang jalan ku memikirkanmu

Hatiku terasa sesak

Mata pun tak mampu menahan tangis

Mengapa kau begitu jahat?

Kau tampak bahagia bersama wanita itu

Kau pun tak pernah peduli akan kehadiranku

Apa salahku?

Kau begitu mudah untuk pergi tanpa ada ucapan perpisahan

Ku duduk termenung di tengah keramaian

Ku tak mampu berpikir jernih

Pikiranku begitu penuh akan tentangmu

Hingga bermunculan kalimat tanya mengapa

Mengapa ku dipertemukan denganmu?

Mengapa kau tampak begitu manis di awal?

Mengapa kau pertemukanku kepada keluargamu?

Mengapa dan mengapa?

Mengapa kau datang di kehidupanku?

Jika pada akhirnya kau meninggalkanku

Mengapa kau berucap menyukaiku?

Jika pada akhirnya kau bersama wanita lain

Apa artinya aku di hidupmu?

Apa aku hanya seorang yang dapat kau permainkan?

Hatiku hancur… sangat hancur…

Melihatmu bersamanya


Jember, 14 Maret 2021



Biodata Penulis

Eva Rahmawati, perempuan lulusan Universitas Jember yang hobi membaca dan menulis ini beralamat di Dusun Kemukuh, RT 003 RW 022, Tembokrejo, Gumukmas, Jember. Eva, panggilannya sehari-hari, lahir di Jember, 23 Desember 1998, dan dapat dihubungi melalui email eva23rahmawati05@gmail.com maupun Whatsapp 081249437533 atau instagram @evaraevara.

6 komentar

Dwi Nur Aeni 28/03/21, 09.00 Delete
Kok seperti curhat ya kak😂 semangat berkarya kak❤️
Unknown 28/03/21, 11.50 Delete
Semangat kak jadi yang terbaik ❤️
Unknown 28/03/21, 12.40 Delete
Teruslah berkarya sampai dia menyesal karena telah menyia"kan kamu💙
Alvin 30/03/21, 00.18 Delete
Terdiam bukanlah jawaban
Nanti bukanlah janji
Harapan telah kau musnahkan
Apalah arti aku berjuang untukmu
Ketika lengan dan kakiku telah kau potong,
Kau tambahkan katarak di mataku, enyahkan lidah di mulutku, Dan kau tutup kedua telingaku?
Aku hanya bertahan
Aku bertahan atas segala derita yang kau telah ciptakan.
Meskipun aku tak tau apapun penyebabnya.
Hambar? Bosan?
Alasan? putus?
Entah apa yang kau ucapkan. Aku sudah tak peduli lagi.

Alvin Tembokrejo
Alvin 30/03/21, 00.19 Delete
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Alvin 30/03/21, 00.39 Delete
Eva Sayangku, Mohon maafkan aku.

Maafkan aku karena telah melepaskanmu

Maafkan aku telah menyimpan janji dan harapan.

maafkan kerna telah menjauh dan sirna.

Dan maafkan aku telah bersembunyi di depanmu.

Sesungguhnya orang tuakulah yang mendorongku

Orang tuaku yang gila jabatan dan harta

Memilih putri kepala desa daripadamu.

Aku terdiam dan dengan terpaksa aku melakukan ini.

Sungguh dari lubuk hati terdalam aku mencintaimu.