PRAHARA SUKMA Oleh. Shelintia Kusumawardani (Finalis LCP Batch 3)
š️ dibaca
-Malam itu bintang dan rembulan menjadi saksi bisu sumpah serapah, dari bibirmu, tegas tanpa latah-
23.35 waktu Indonesia bagian barat
Waktu yang terlalu larut untuk sebuah janji yang selalu ku pegang erat
Mengecup diujung kening malam hingga membuatnya terbungkam
Beranjak dari mimpi yang tak kunjung usai
Membangunkan harapan yang dulu sempat abai
Kala itu memang indah terasa,
Segala tembang dayita kupersembahkan untuknya
-Dingin rasanya saat meminum setetes lara, hingga melarungkan sajak kata, yang menjadi akhir cerita-
Namun, sang waktu lagi-lagi berkuasa
Menjawab semua
Kebahagiaan, harapan-harapan, serta janji-janji
Ingkar…
Kini telah padam, gelap
Hitam melegam
Hanya sisa asap kelabu dari nyala api yang ku jaga selama ini
Sia-sia…
Iya. Semua perjuangan lelahku terbayar Cuma-Cuma.
Kediri, 5 maret 2021
Biodata Penulis
Shelintia Kusumawardani, perempuan yang sedang menempuh studinya di Universitas Negeri Malang, ia hobi menulis sejak dibangku SMP. Sekarang ia tinggal di jalan Tempe desa Plosolor kecamatan Plosoklaten kabupaten Kediri. Shelin, begitulah orang-orang memanggilnya. Ia bisa dihubungi sewaktu-waktu melalui whatsapp 083832899107 atau alamat email shelintia0710@gmail.com bahkan sosmed yang lain seperti Instagram @shelin_wardani07. Shelin menuangkan hobinya melalui karya puisi diblog pribadinya https://shelintia.blogspot.com/?m=1 .
10 komentar