Redum di Nabastala Oleh: Ni Made Ayudia Saputri (Finalis LCP Batch 3)
Senyum indah yang terpasang di bibirmu membuatku termangu
Membeku dalam ghunnah yang kian menderu syahdu pada qalbu
Senandika yang berisi harsa dan kata-kata sudah terambigu
Terambau dengan abadinya rindu yang tenggelam bersama sendu
Kuinginkan hadirmu secara nyata dengan redum yang tak bersempena
Kubersedih karenamu hingga pada waktu yang menyuruhku terdiam
Kita hanya menjeda sejenak di atas rasa rindu yang melanda
Hingga kampa dama yang membumantara akan segera menjadi elegi yang terdalam
Air mata jatuh ditemani rintik hujan dalam gelapnya malam yang mendominasi
Kisah rindu yang menjadi masa lalu telah membangun petaka
Dalam bentang nabastala pada garis katulistiwa
Hati yang hampa dalam nestapa akan pergi bersama adorasi
Telah hilang segalanya tentang dirimu
Kita takan pernah bertemu apalagi berasmara
Aku siap melepas engkau dalam luka menyayat yang kian membeledu
Karena takdir telah memberi kita memori usang tuk menyambut indahnya arunika
Buleleng, 19 Januari 2021
Biodata Penulis: Ni Made Ayudia Saputri merupakan siswi kelas 9 di SMPN 2 Busungbiu, Bali. Lahir pada tanggal 25 Juli 2006 dan memiliki hobi menulis puisi dan menari tarian tradisional Bali. Biasa dipanggil Ayudia dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengenal lebih jauh dapat hubungi melalui WhatsApp 081915655189 atau instagramnya @ayudiasaputrii
13 komentar
Good luck!