Semesta yang Sayu Oleh : Nurismatul Izzah (Finalis LCP Batch 3)
👁️ dibaca

Table of Contents


Senja dan kau bak rangkaian yang saling mengemas sendu dalam pelangi nan indah, belum genap bibir melebarkan manisnya nyatanya sudah melarikan diri

Buih yang sempat kau buat di sekedip sebelum senja menghilangkan pelanginya memercikan kedustaan yang amat menguasai jiwa manusia

Bukankah tuturmu sempat menghangatkan segenap jiwa yang lunglai nan hilang tiang bahagia tanpa tenaga?

Kau dusta, alam murka, sedangkan sisanya hanya aku yang hilang jantungnya

Kau bagai kasih terselubung kedustaan yang terhantui akan kesemuan takdir Tuhan

Kau ucap tentang seberapa kuat usahamu memeluk teguh cintamu sekuat itu semesta mengaminkan bukan?

Kesayuan semesta menjadi saksi kematian hatiku yang sempat megah dalam dramamu


Semarang, 13 Maret 2021



Biodata penulis

Nurismatul Izzah lulusan sarjana kedokteran Universitas diponegoro yang saat ini melanjutkan pendidikan profesi dokter. Disela kesibukannya belajar ilmu kedokteran rupaya ia mengisi waktu senggangnya dengan menulis. Ia beralamat di Jalan Jurang Blimbing, Tembalang, Semarang, dapat dihubungi via WA 085803232464 atau email nurismatulizzah23@gmail.com, dapat dilihat juga karya lainnya di nurismatulizzah23@blogspot.com.

8 komentar

Mas Wowo 28/03/21, 10.53 Delete
Luar biasa....sangat menyentuh bait2 dalam puisinya. Semangat...
Unknown 28/03/21, 13.52 Delete
Begitu indah untaian kata yang dituliskan, bait bait puisinya bermakna mendalam. Semangatttt selalu mbak dokter, sukses selaluu. Aamiinn
Unknown 28/03/21, 13.53 Delete
Trenyuh (red: menyentuh hati).
Dewi maemunah 28/03/21, 13.55 Delete
Wah siip.. Semangat
My Life 28/03/21, 13.55 Delete
MasyaAllah, begitu dalam maknanya. Menyentuh hati.
Kang pondok 28/03/21, 14.10 Delete
Keren si karyanya di sela" sibuk ttep produktif
Siapa Aku? 28/03/21, 15.08 Delete
Karyamu begitu indah bak pelangi yang muncul setelah senja.
TULISAN NURA 28/03/21, 21.29 Delete
Senja dan yang menyerupainya selalu terkesan indah :))