Beberapa Kesedihan yang Dilangitkan Oleh: M. Rifdal Ais Annafis (Finalis LCP Batch 4)
Beberapa Kesedihan yang Dilangitkan
Oleh: M. Rifdal Ais Annafis
Kemudian ledakan,
katamu, “adalah kembang api perayaan”
dari gedung-gedung yang
menolak berdiri menatap langit
Setelah tiba di kota
kecil ini, aku meringkus wajah orang-orang
dari debu-debu pada
reruntuhan gedung, “mereka memelihara air mata”
menyusun satu dua kabar
tentang bunga-bunga yang tumbuh di sekitar dada
“Esok lebaran, esok
lebaran. Tidakkah kalian menyebut Tuhan?”
Kemudian seorang anak
kecil tanpa tangan berusaha memelukku
lalu mencium aroma
rempah-rempah yang setahun sekali tersedia
di lincak rumah, “Tuhan
menjelma dada kami. Ia kami sebut berkali-kali.”
Anak kecil itu
memperlihatkan wajah jalan, “seperti lautan darah.”
Tapi ia tersenyum,
semerbak surga kemudian tercium ke segala penjuru
“Saudaraku, kakimu
telah tiba di langit. Jangan khawatir. Jangan khawatir.”
Hari-hari setelahnya
adalah bunyi doa-doa dari segala penjuru dunia
Sumenep, 2021
*Teruntuk
saudaraku, Palestina
1 komentar