Kelir Waris (Tameng Penjaga) Oleh Anisa Kajiba (Finalis LCP Batch 4)

📅 02 Juni 👁 Memuat...

Kelir Waris (Tameng Penjaga)

Oleh Anisa Kajiba


Ini tentang manusia yang terpanggil Fulan

Yang hadirnya disuguhi takbir diselimuti lantunan dzikir

Disambut tahmid yang melangitkan untaian doa tanpa perundingan

Merekatkan tasbih pada siratan hayat berbalut zahir

Berkelanalah ia menjadi manusia yang luas mimbarnya

Raganya teguh merangkul iman tapi tidak dengan hatinya

Surai yang dikaitkan sebagai pegangan tak menuntunya pada Tuhan

Hatinya berbalut benci dimenangkan iblis jauh meninggalkan pacuan

Menjadi dewasa penuh salah kuasa ditunggangi nafsunya

Memimpin nalar memuja prakasa menjauhi jaminan nirwana

Puas terbahak berlaku angkara pada sesama manusia juga semesta

Perangainya tak bersusila menjadikan pekat hati tak lagi mampu meraba

Hingga Ramadhan kembali datang tanpa dendam pada maki yang tertinggal

Senantiasa berbisik tentang besarnya kasih pencipta bagi hambanya yang sadar

Tak kasat mata, Fulan kembali diselimuti perlindungan dari pedihnya siratan ajal

Sejumput takwa membasuh hatinya memaksa iblis jengah menjahar

Si Fulan berkilah tak lagi keras hati

Bertameng ramadhan bersikap lembut bertutur baik

Berdalih syahrul khair menipiskan egonya meninggikan empati

Tunduk menjadi hamba Robbi yang tak lagi fasik

Selamat, sebab doa yang tak pernah putus dipanjatkan memohon perlindungan.

Jakarta, 30 Mei 2021


Kelir Waris (Tameng Penjaga)

Oleh Anisa Kajiba


Ini tentang manusia yang terpanggil Fulan

Yang hadirnya disuguhi takbir diselimuti lantunan dzikir

Disambut tahmid yang melangitkan untaian doa tanpa perundingan

Merekatkan tasbih pada siratan hayat berbalut zahir

Berkelanalah ia menjadi manusia yang luas mimbarnya

Raganya teguh merangkul iman tapi tidak dengan hatinya

Surai yang dikaitkan sebagai pegangan tak menuntunya pada Tuhan

Hatinya berbalut benci dimenangkan iblis jauh meninggalkan pacuan

Menjadi dewasa penuh salah kuasa ditunggangi nafsunya

Memimpin nalar memuja prakasa menjauhi jaminan nirwana

Puas terbahak berlaku angkara pada sesama manusia juga semesta

Perangainya tak bersusila menjadikan pekat hati tak lagi mampu meraba

Hingga Ramadhan kembali datang tanpa dendam pada maki yang tertinggal

Senantiasa berbisik tentang besarnya kasih pencipta bagi hambanya yang sadar

Tak kasat mata, Fulan kembali diselimuti perlindungan dari pedihnya siratan ajal

Sejumput takwa membasuh hatinya memaksa iblis jengah menjahar

Si Fulan berkilah tak lagi keras hati

Bertameng ramadhan bersikap lembut bertutur baik

Berdalih syahrul khair menipiskan egonya meninggikan empati

Tunduk menjadi hamba Robbi yang tak lagi fasik

Selamat, sebab doa yang tak pernah putus dipanjatkan memohon perlindungan.

Jakarta, 30 Mei 2021