PUASA Oleh: Ahmad Ridho Nur (Finalis LCP Batch 4)
PUASA
Oleh: Ahmad Ridho Nur
Masih pagi.
Waktu terasa berjalan dari cepat ke lambat.
Tuhan dengan suara yang merdu menggema dalam perut yang kosong.
Tenggorokan yang kering.
”Sesungguhnya puasaku
hanyalah untuk-Mu, dan Engkau yang akan membalasnya.”
Hari itu mestinya kita
belajar bersabar.
Banyak burung yang karena perut dan perihnya lapar menjadi tahanan dalam
sangkar.
Banyak ikan yang karena ketamakan kerongkongan tertangkap pada kail yang sukar.
Sudah siang.
Senja juga belum pulang.
Hanya mulut yang sedikit terbuka seakan mau mengatakan, “Akankah kau telan
ludahmu?”.
Ada yang bertahan dalam tidurnya.
Ada yang haus dan menahan keluh di bibirnya.
Ada pula yang menyerah sebelum mencoba sambil berkata,
“Kasian perut dan tenggorokan yang suka dimanja ini.”
Yang di tunggu belum
juga datang.
Tapi masih disimpannya makanan dan minuman yang ada di meja makan.
Senja pasti pulang pada suatu akhir petang.
Tentu, bersama lantunan adzan yang biasa dibawanya dengan penuh kasih sayang.
Wonogiri,
12 Mei 2021.
Posting Komentar