SEORANG PRIA DI DALAM KAMAR Oleh: Silvia Haryati (Finalis LCP Batch 4)
👁️ dibaca

Table of Contents

 

SEORANG PRIA DI DALAM KAMAR

Oleh: Silvia Haryati

 

 

Berpindahlah tubuh mungilku semenjak pandangan menggelap

asing rumah besar melingkup rapat.

Diam-diam menegak kamar dan ruang tamu

berbaring dan duduk-duduk para sanak

aku menangis berlapik pangkuan bibi

ramai-ramai sudah dikubur 28 Mei silam seorang pria di dalam kamar

kini berbaring, bertatap muka dengan ibu via telepon, menungguku berkunjung

“Ibu antar aku. Aku tidak berani.” Ibu setuju.

Amat keruh lampu kamar ketimbang ruang tamu

pria itu berubah duduk, kakinya menggantung-gantung

sarung kotak-kotak melilit badan sawo matang

“Bopo maaf, aku sering buat kesal.” Ia tersenyum.

Ranjang beroda mencucurkan asap putih lewat sayapnya

melodi waktu rampung dibunyikan jarum-jarum hitam

dua kalimat setelahnya adalah tanda tanya dan “Aku sayang Bopo.” Ia mencium pipi dan kening.

Basah dan benderang kedua mataku

patuh menempati rongga tubuh beralas kasur tanpa dipan.

 

Jember, 31 Mei 2021

 


Posting Komentar