Abahku dan Nisannya Karya : Galuh Mutiara Safira (Peserta LCP 5)
👁️ dibaca
Table of Contents
Karya : Galuh Mutiara Safira
Kau tahu tidak Abahku?
Lelaki tampan yang amat baik tiada dua
Tapi mengapa?
Mengapa ia dililit dan diikat dengan kain putih?
Apakah Abahku pernah mencuri dan melarikan diri sampai diikat begitu?
Kenapa pula Abahku diselimuti dengan tanah yang kotor itu?
Keji sekali yang menyelimuti tanah, sampai aku tak bisa melihat paras yang tampan itu lagi
Apalagi ini?
Mereka meletakkan batu di atasnya dan terukir namanya yang indah
Untuk apa simbolis ini?
Kenapa semua berderai air mata?
Semua pertanyaanku saat belasan tahun lalu itu sudah bisa kutemukan jawabannya sendiri
Sekarang paras itu hanya bisa kulihat dari selembar monokrom
Dan pelukannya yang hangat digantikan oleh sebuah batu yang disebut nisan
Bali, 27 Juli 2021
9 komentar