Aku dan Sebuah Rasa Oleh : Dea Septiani (Peserta LCP 5)
👁️ dibaca
Aku dan Sebuah Rasa
Oleh : Dea Septiani
Aku tidak tahu
sejak kapan rasa itu hadir menghancurkan semua semangat dalam hidupku.
Kehadiranmu membawa
rasa itu padaku begitu juga dengan kepergianmu.
Bedanya,
kepergianmu disusul ombak besar yang mampu membuatku tenggelam.
Kepergianmu membuat
rasa indah itu seakan berubah untuk menyakitiku lebih dalam.
Aku tahu tidak ada
yang benar-benar singgah di dunia ini, semua akan pergi tepat pada waktunya.
Semua akan hilang
setelah berdiskusi lama dengan sang waktu untuk merahasiakan, apa yang akan
terjadi selanjutnya.
Seperti aku, yang
mau tidak mau harus menerima waktu yang akan terus melangkah.
Tidak perduli jika
itu akan membuat sang takdir marah.
Tidak perduli jika
itu akan membuat sebuah hati dengan sebuah rasa kecewa.
Tidak perduli,
bahwa itu adalah akhir yang sudah tepat untuk sebuah kisah cinta.
Karena aku akan
tetap tersenyum dengan rasa yang pernah hadir walau tersematkan kata kehilangan
pada akhir ceritanya.
Palembang, 14 Juli
2021
40 komentar