BULIR NABASTALA Oleh : Devitry Manullang (Peserta LCP 5)
BULIR NABASTALA
Oleh : Devitry Manullang
Rinai hujan yang
menyapa kita kemarin
diantara aroma remahan
tanah yang basah.
Tak kala ingatan masa
lalu melintas seperti ingin menghantui hidupku
Ketika yang tak
diharapkan datang membunuh bagai racun yang menyebar dalam tubuh.
…
Pagi ini ketika mentari
mulai menampakkan wujudnya
Diikuti awan hitam yang
menghiasi nabastala
Aku merasa kehilangan
merasa bahwa aku bukan
siapa-siapa untuk kalian
Sesulit itukah ??
Hinga, rasanya raga ini
layaknya tak bertuan
Sesulit itu kah hati
yang memohon sedikit kasih kasih sayang?
Sekarang awan hitam
yang menghiasi nabastala
Telah menunjukkan
amarahnya, menurunkan hujan seperti ingin membanjiri butala
Dan entah rintik
keberapa, aku harus mengeja nasibku
Harapku, kalian membuka
mata dan sadar, jika
Makna kebersamaan hanya
datang saat hadirnya sebuah kehilangan
Dan rindumu akan terasa
berat jika dirimu kehilangan
Seperti nabastala yang
akan kehilangan senja yang indah,
Dengan orang orang yang
merindukannya.
Doloksanggul,
Jumat 23 Juli 2021
6 komentar