KABUT HATI Oleh : Cyrilla Dining Prihatin (Peserta LCP 5)
👁️ dibaca

Table of Contents

 

KABUT HATI

Oleh : Cyrilla Dining Prihatin


Kursi panjang berbalut kain merah, menjadi sebuah saksi bisu

Dua orang yang sedang beradu tatap, tanpa memandang gerak waktu

Semakin lama, semakin larut dan terpana

Teringat kisah yang telah usang termakan waktu , namun masih hidup dalam lamunan

Kisah seorang wanita renta , yang ditinggal suami berpulang

Seorang wanita menangis sendu kala mengingat manisnya sebuah janji pernikahan

Termenung menatap figura yang termkan debu

Rasanya baru kemarin fajar memperlihakan elok rupanya

Sekarang bak dalam medan bertempur, waktu sangat lama

Dalam satu waktu, engkau pergi meninggal puan seorang diri

Sekarang hanya tersisa kenangan dalam setiap bilik rumah

Sekrang hanya mampu dikenang, tak mampu dipandang

Mata yang berbinar tak mampu lagi ku tatap

Canda tawanya kini tak mau terdengar oleh telinga

Tangan halus yang selalu menggenggam, sekarang getir tak bisa ku rasa

Kini hanya kesan yang tertinggal

Engkau yang ku sebut semesta kini telah menyatu dengan cakrawala

Dengan sinar bintang, dengan yang menjadikanmu semu

Untukmu yang tak akan mati, walau takdir telah mengakhiri

Sampai jumpa tempat hati


Sukoharjo, 07 Juli 2021

1 komentar

Himawari Annida Purnomo [mawmaw] 07/08/21, 05.55 Delete
Semangattt kaa