MEI²⁰²¹ Oleh : Arifin Seta Wijaya (Peserta LCP 5)
👁️ dibaca
MEI²⁰²¹
Oleh
: Arifin Seta Wijaya
Ilalang mendayu
syahdu di bulan mei
Membuatku sadar
bahwa ini bukan mimpi
“Oh Tuhan,
mengapa ini cepat sekali?” retorisku dalam hati
Kuinjak pelangi
dengan rasa duka hati
Benar saja,
ibuku tlah menghadap sang ilahi
Tanpa pamit pada
sang buah hati
Tak sadar, air
mata di pipi membanjiri lautan api
Menggerus
menciptakan kekosongan hati
Adorasinya kan
ku ingat dalam memori
Senyumannya kan
ku replika dan apresiasi
Senandung
menggema menyebut innalilahi
Inilah takdir
rembulan sang ilahi
Mawar dan
melati, memaksa tegar di samping nisan ini
Swastamitapun mulai
larut dalam lara hati
Ku harap, buaian
bentala dan cengkaman cakrawala bersama doa sang ahli
Kan membawanya
menuju syurgawi
Kudus, 26 Juli
2021
7 komentar