Pergi dari Penjara Rasa Oleh : Dwi Oktaviana (Peserta LCP 5)
👁️ dibaca
Table of Contents
Oleh : Dwi Oktaviana
Penaku hancur kala kutulis puisi. Mengalun di kertas usang untuk serangkai diksi. Tertulis singkat sebuah romansa. Tentang kita yang terjebak rasa.
Mungkin kita adalah dua hati yang bertaut. Namun bukan untuk saling menaut. Dipertemukan dalam kehidupan. Untuk saling siap kehilangan.
Jika mencintaimu adalah dosa. Maka kau adalah penjara. Menyanderaku dalam sebuah rasa. Tanpa berpikir siapa Tuhannya.
Pun aku tahu ini salah. Namun ego tak mau mengalah. Seharusnya kita tak menciptakan asmaraloka. Jika pada akhirnya kita kembali pada-Nya.
Selamat tinggal untukmu.
Sekarang aku tahu alasan kau menjauh.
Bukan, bukan untuk beralih perasaan.
Tetapi lawanmu adalah Tuhan.
Trenggalek, 27 Juli 2021
6 komentar