Oleh: Dyah Novianty
Ksatria berkuda putih yang pernah termiliki
Memenuhi imaji mengisi palung hati
Kemana lagi kaki harus berlari
Hanya jalan sunyi tak bertepi yang kudapati
Wahai ksatria yang penuh damba
Mengapa kau tega membuatku merana
Tersesat di rimba belantara
Tak percaya kau hadir membawa nestapa
Apakah hari itu telah berlalu
Masa dimana hanya ada aku dan kamu
Aku terpaku berharap kau akan menunggu
Dulu kita pernah satu tuju
Ksatria tak lagi tertera dalam pustaka
Porak poranda makna yang sudah tertata
Kenapa harus merasa kehilangan jika semua hanya bayangan
Mengapa terus mengecewakan bila bahagia sekadar pinjaman
Jakarta, 31 Juli 2021