RUMPANG Oleh : Fasyani Zahra Pamulan (Peserta LCP 5)
Table of Contents
Oleh : Fasyani Zahra Pamulan
Bagaimana bisa kau pertanyakan mengapa buanaku tanpa cahaya?
Seumpama arunika megah melukis jumantara.
Adiwarnamu menawarkan kata amerta.
Menjanjikan lama yang ternyata fana.
Naasnya, kau semakin aksa dari apa yang seharusnya.
Mungkin kau sangsi dengan afeksi yang kutanam.
Lantas, lelah dan mengalah.
Menegaskan derap langkah berirama kepergian.
Juga merenggut satu-satunya pendar yang menerangkan.
Tiada tenang, hilang, dan rumpang.
Kucoba mengais serpihan dirimu.
Yang mungkin jatuh, yang mungkin tertinggal, yang mungkin sengaja kau berikan.
Tuk menyelimutiku yang menggigil di kehampaan.
Di mana kau bersemayam, tuan?
Izikan aku bertamu atau setidaknya mengetuk pintu.
Tidakkah ada sebersit kata rindu selepas pergimu?
Tidakkah ingin menjengukku yang kehilanganmu?
Ku akui sebagian jiwa ini terasa sepi.
Sebagian lagi memelukmu dalam memori.
Kau, utuh yang tak tersentuh.
Semarang, 31 Juli 2021
22 komentar
Kok jadi ikut2 an wkwk