Oleh: Hilmi Nabila
Aku pernah menggila
Pada sebongkah cinta
Kisahnya begitu nyentrik dan elok tanpa noda
Sebelum akhirnya serpihan bongkahan itu harus dibuang ke samudera
Aku pernah berambisi
Pada segudang janji
Ucapannya begitu tenang dan nyata tanpa tapi
Sebelum akhirnya puingan janji itu harus ditimbun ke dalam peti
Kau pernah meraba masa depan dengan begitu indahnya
Kau pernah mengeja rencana dengan begitu rapinya
Sebelum akhirnya bualan itu terkikis oleh restu terlarang
Sebelum akhirnya rapalan doa harapku kini pun menghilang
Kita hanya pernah, bukan punah
Sebelum akhirnya Aku kalah
Gugur ditempa perempuan pilihan
Dengan Kau yang tunduk pada keadaan
Terimakasih telah menyisakan sejuta cerita
Untuk kukabarkan pada beberapa manusia yang pernah bangga dengan kita
Sebelum akhirnya menjadi Aku dan Kamu
Sebelum akhirnya tiba rasa cemburu
Solo, 25 Juli 2021