Sepinya Kota Oleh: Nadillah Via Ramadhani (Peserta LCP 5)
Table of Contents
Oleh: Nadillah Via Ramadhani
Angin dinginnya malam menyentuh kulitku dengan lembut.
Seolah mengatakan kalau aku harus melupakanmu.
Kota yang tadinya selalu ramai karena hari-hariku selalu di temani dirimu.
Kini sudah tidak.
Jalanan kota yang selalu kita susuri, sudah tidak lagi di sambut oleh suara tawa mu.
Jalanan kota yang tadinya selalu menyaksikan betapa mesranya kita di atas kendaraan beroda dua itu.
Kini sudah tidak lagi.
Bahkan bau hujan juga sudah tidak lagi sama.
Bagaimana kabarmu disana?, Apakah harimu baik-baik saja?
Apakah tanpaku kau tidak merasa baik-baik saja? atau.. mungkin sebaliknya?
Kota ini kacau, selalu sepi sejak kau tidak lagi disini.
Bersamaku.
Tapi tidak apa-apa, kuharap kau akan selalu baik-baik saja.
Dan semoga.. akupun akan begitu.
Medan, 19 Juli 2021
27 komentar