Di Pagimu, Kasih - Karya Budianto Sutrisno (Peserta LCP 10)

📅 06 Maret

 Di Pagimu, Kasih

Karya Budianto Sutrisno


Tugas pengabdianmu ke pedalaman membuat aku dan kau terpisah jarak

julang gunung, curam tebing, dan ceruk lembah membekap sinyal komunikasi

aku kehilangan senyum, canda, dan harum tubuhmu

aku merindui sejuknya telaga di bening bola matamu

aku merindui raut wajahmu yang menyuar seri pagi

dengan tetesan bulir-bulir embun bening segar

perlahan luruh bergulir, berdenting di rampai kuntum bunga

mendaraskan puisi-puisi asmaraloka penggetar jiwa

kuharap gemanya menembus dinding jarak dan kelam pandemi

agar rinduku erat mendekap dirimu nun di sana

apakah kaurasakan hangat dekapannya?

Jalan buntu untuk bersua denganmu membuatku kehilangan akal

bibirku kering terkatup, diterpa angin gersang yang menyusup

ingin kuungkap segenap hasrat, tapi lidahku kelu membisu

aku serasa kehilangan arah dan tersesat di belantara gamang

namun kekuatan rindu memahami ke mana kaki ini harus pergi

gegas langkah kujejakkan menuju taman, menyongsong pagi di sana

Di pagimu, kasih, aku melepas belenggu rindu

di pagimu, kasih, ruang hatiku tak lagi meriung sendu

di pagimu, kasih, senyummu menakhlik denting embun yang membalur kelopak bunga

lincah meluncur bak balerina di panggung puspa semesta

di cerah pagimu segala gundah terbenam, segala nestapa andam karam

di cerah pagimu kusematkan segala biru rindu

hingga alam raya ikut membaca suasana hatiku

mengundang seekor kupu-kupu riang melayang, hinggap mengisap nektar dan madu

getar sayapnya mencandrakan getar rinduku yang menjalar dari Jakarta

mesra berpadu dalam resonansi getar rindu di Lembah Baliem, Papua, sana

melantunkan nada-nada gita gelora asmara


Jakarta, 5 Maret 2022


Biodata Penulis


Penulis kelahiran Purwodadi, Jawa Tengah. Menekuni karier sebagai guru selama 18 tahun di

sekolah swasta di Jakarta. Di tengah kiprahnya dalam dunia pendidikan, penulis

menyempatkan diri untuk menggubah sejumlah puisi, cerpen, dan esai. Beberapa di antaranya

telah memenangi sejumlah lomba tingkat nasional. Sejumlah tulisan lainnya telah dibukukan

dalam antologi tunggal.