TIRTA AMARTA - Oleh : Wahyu Inggar Airlangga (Peserta LCP 10)

📅 25 Maret

TIRTA AMARTA

Oleh : Wahyu Inggar Airlangga


Bapak…

Ia bersuara ditidurnya yang baru setengah, tanpa menengadah

Bocah umur tujuh, kurus, ringih, kikuk

Berbaju lusuh, berpeluh darah


Ia rebahkan si tulang muda pada selembar koran

Mengigil ia menggigil, meratap perut, meratap nasib

Dalam renung, dalam tidurnya yang tak kunjung penuh

Bapak… sekali lagi ia bersuara


Dalam gelap yang kian jatuh, ada cinta yang dia rasa

Ada peluk yang dia dekap

Ada bisikan-bisikan manja yang membawanya terlelap

Terlelap untuk tak lagi berucap


Keparat, tak ada sisa roti untuk bocah lusuh

Yang setiap malam menangis disudut jembatan dan mengaduh

Memohon agar dipertemukan dengan bapak

Biar rindunya tak lagi diluruh kapak


Bapak… terakhir dia mengaduh

Bapak didepan mata, peluknya utuh

Hilang derita si tulang muda

Si bocah tak bernyawa.


Yogyakarta, 25 Maret 2022