Rumah Hantu
Karya: Adinda Ajeng Gayatri Maheswari SetyawanDatang sebagai tamu.
Ia buru-buru minta pulang dari tubuhku.
Katanya, hatiku teramat berdebu,
punggungku lusuh,
dan isi kepalaku lebih suram dari rumah hantu.
"Nona, kau kehilangan barang berharga mana?" tanya manusia
"Nona, kau masih punya aku untuk ditukar kebahagiaan," ucap harta.
Kepada hati aku bertanya,
"Mengapa pilu begitu marak di sini?"
Kepada kepala aku menyelidik,
"Aku kan hanya kehilangan satu jiwa?"
Mereka mengucap lirih,
"Jiwa itu segalanya, tapi ia meninggalkan dan melupakanmu, Nona."
Purwakarta, 19 Mei 2026