Karya: Agnes Rossalinda
Aku bukan nama yang hilang dari batu nisan,
melainkan suara yang perlahan dipindahkan dari ingatan.
Pernah ada tangan yang menuliskan aku
di halaman pertama sebuah harapan.
Lalu waktu datang seperti hujan tanpa salam,
melunturkan jejak di jendela dan di mata.
Kursi-kursi tetap menghadap pintu,
namun tak satu pun langkah kembali menyapa.
Aku tinggal di sela buku yang tak dibuka,
di foto yang tak lagi diberi bingkai.
Tetapi yang terlupakan tidak pernah benar-benar selesai;
ia berdenyut diam-diam di tempat paling sunyi,
menunggu satu hati mengingatnya kembali.
Yogyakarta, 15 Mei 2026