Aisha Hanin Kinanthi - Uterus Yang Menyulam Asmaraloka (LCP 46)

📅 27 Mei 👁 Memuat...

Uterus Yang Menyulam Asmaraloka

Karya: Aisha Hanin Kinanthi


Di sebuah tubuh
yang rapuh dihantam dunia,
kehidupan pertama kali belajar bernapas.

Di balik perut yang meregang,
nyeri diam-diam ditelan cinta,
dan malam-malam panjang penuh doa,
sebuah uterus menyulam manusia
dengan darah dan air mata.

Namun, bumi adalah panggung sandiwara.

Mereka lahir dari rahim perempuan,
tetapi kerap meremehkannya,
memotong mimpinya,
dan menertawakan suaranya.

Mereka mengoyak perempuan dengan pelecehan,
merobek harga dirinya dengan cacian,
dan menawar tubuhnya bak barang tak bernyawa.

Terlupakan sudah mereka
yang mempertaruhkan nyawa.
Terlupakan pula uterus sang penyulam kehidupan.

Padahal mereka hanyalah detak kecil
yang bernaung di balik jantung ibu,
jantung seorang perempuan.

Perempuan adalah rumah pertama kehidupan,
tempat manusia disulam dari harapan dan doa.

Dan uterus itu
telah melahirkan manusia setinggi dirgantara,
tetapi terlalu angkuh
untuk mengingat penyulam asmaraloka.


Kab. Semarang, 25 Mei 2026