Yang Perlahan Terlupakan
Karya: Amalia SholekhahDi sudut meja, secangkir kopi pernah menghangatkan malam,
bersama tawa yang kini hanya tinggal gema.
Aku masih mengingat hujan bulan November,
ketika langkahmu pulang tanpa janji kembali.
Waktu berjalan seperti kereta tua,
membawa banyak wajah menuju lupa.
Sementara aku tetap duduk di stasiun kenangan,
menjaga nama yang mulai pudar perlahan.
Barangkali memang ada hal yang harus terlupakan,
meski hati belum benar-benar rela melepaskan.
Sebab tidak semua kehilangan datang dengan tangis,
kadang ia hadir diam-diam,
lalu menetap menjadi sepi yang panjang.
Semarang, 29 November 2023