Rasa
Karya: Andien Dinar Fadhillah QaisSuatu hari diperkenalkan padaku seseorang,
yang tak kusangka membuatku sayang.
Seseorang yang tak mungkin ku cintai,
malah menjadi pilihan hati.
Kita sering bertatap mata,
namun tak kunjung berbicara.
Kau sering memandangku,
begitupun diriku.
Saat mata kita bertemu,
udara seolah berhenti berlalu.
Jantung seolah berhenti berdetak,
dan paru-paru seolah menghirup kehampaan.
Di setiap malam,
akara akan dirimu selalu melintas.
Seolah terbawa oleh anila,
menuju atma.
Senyuman mu bagaikan arunika,
hangat rasanya.
Kira-kira,
sampai kapan rasa ini akan bertahan?
Mojokerto, 26 Mei 2026