Barangkali Bukan Aku
Karya: Anggita Navila DewiDi antara riuh yang saling berebut cahaya,
aku memilih menjadi langit redup,
yang diam-diam menyimpan namamu
di lipatan senja.
Kau datang seperti musim
yang tak pernah diumumkan,
pelan, namun mampu mengubah arah angin
pada tubuh yang terlalu lama
hidup bersama kemarau.
Ada gema yang tumbuh
dari langkah-langkah sunyi,
dari debu kenangan yang enggan luruh,
dari hati yang belajar
bahwa tidak semua bunga
ditakdirkan menetap di taman yang sama.
Barangkali kita hanya aksara
yang dipertemukan semesta
untuk saling meninggalkan makna,
bukan menetap selamanya.
Namun dari tatap yang singkat itu,
lahir riak kecil yang menjelma laut,
mengendap di dada,
menjelma nyanyian lirih
yang terus hidup
meski tak pernah diucapkan.
Aku pun mengerti,
beberapa rasa memang diciptakan
bukan untuk digenggam,
melainkan untuk dikenang,
seperti hujan pertama
yang selalu pulang sebagai rindu.
Lampung,24 Mei 2026