Bukan Cinta
Karya: Danil MulyadiSejujur-jujur kata, diksi ini bukanlah representasi cinta.
Sedusta-dusta rasa, sajak ini hanyalah kagum semata.
Seabad lalu dunia membuka pintu jagatnya,
hingga seorang penyair boleh leluasa meruahkan isi jiwa.
Kata penyair, sejuta yang tumpah itu bukan cinta.
Seribu yang mekar itu hanya sepucuk rasa yang tak kunjung dibaca oleh pemiliknya.
Meski demikian, tiap waktu sang penyair merajutnya jadi memo semanis madu.
Meski begitu, ratusan surat telah menumpuk di sudut beku, menunggu dikirim ke alamat itu.
Meski ini, meski itu, penyair terus berlagu dalam kebohongan yang sudah tak abu-abu.
Semua rasa tahu, penyair keliru dalam mengeja kagumnya kala itu.
Namun, aku seolah paham sesuatu.
Aku seolah mengerti gejolak asmara yang kembang-kempis itu.
Sebab, aku tahu rahasia yang menderu:
Penyair itu ada dalam hatiku.
29 Mei 2026