Semanis Gulali, Seelok Pelangi
Karya: Diva Ayudia AnggunSejak pertemuan itu, aku terpukau.
Terpukau oleh suaranya yang merdu, bak lagu indie yang tak pernah bosan ku dengar.
Bola matanya memancarkan binar laksana rembulan di malam hari.
Senyumnya, ah, senyumnya adalah hal termanis, bahkan melebihi gulali. jajanan favoritku semasa kecil.
Hal yang paling kusukai setelah hujan turun adalah pelangi.
Namun kini, aku tak perlu lagi menanti warna warni yang jarang menampakkan diri.
Sebab pelangi itu telah hadir di hadapanku, menyebarkan cahaya cerah dalam hidup yang sempat redup.
Mengusir sepi, gundah, dan lara, kehadirannya adalah penawar.
Dengan begitu lihai, sang pelangi melukiskan warna warna indah pada kanvas yang kosong, lalu mengisinya hingga penuh.
Tuhan, sungguh aku mengagumi manusia semanis gulali dan seelok pelangi itu.
Bandung, 24 Mei 2026