Elisabeth Puspita N. Manehat - Terlupakan (LCP 46)

📅 17 Mei 👁 Memuat...

Terlupakan

Karya: Elisabeth Puspita N. Manehat


Puisi: “Terlupakan”

Aku memilihmu
dari sekian banyak kemungkinan
dengan keyakinan sederhana
bahwa saling menjaga
akan cukup membuat kita bertahan.

Hampir dua tahun
kita berjalan di jalan yang sama,
meski langkah kita
tak selalu searah.

Aku belajar memahami sibukmu,
menelan rindu sendirian,
membiasakan diri
dengan pesan yang datang seperlunya,
dan waktu yang selalu tersisa
bukan tersedia.

Aku tidak menuntut banyak.
Tidak meminta dunia berhenti
hanya untuk mendengarkan suaraku.
Karena kupikir,
mencintai juga tentang mengerti.

Tapi ternyata,
pengertian tak selalu dibalas
dengan ketulusan yang sama.

Di sela kesibukanmu,
hadir seseorang yang baru.
Dan lucunya,
aku tahu semuanya
bukan dari rasa tenangmu,
melainkan dari caramu
tetap menggenggamku
sambil menggandeng yang lain.

Aku bertanya dalam diam,
apakah aku mulai dilupakan?
Ataukah sejak awal
aku hanya tempat singgah
saat hatimu belum menemukan tujuan?

Bukankah cinta
seharusnya memilih?
Bukan menyimpan dua hati
demi takut kehilangan keduanya.

Aku pernah memintamu tegas.
“Jika dia yang kau pilih,
lepaskan aku.”
Namun kau tetap tinggal
tanpa benar-benar menetap.

Dan aku di sini,
perlahan belajar menerima
bahwa yang paling menyakitkan
bukan tentang hadirnya orang baru
melainkan saat seseorang
yang pernah menyebutku rumah
mulai memperlakukan aku
seperti tempat persinggahan sementara.

Kini aku mengerti,
kadang yang terlupakan
bukan kenangan,
melainkan seseorang
yang terlalu lama bertahan
untuk cinta yang tidak pernah benar-benar memilihnya.


Kefamenanu, 16 Mei 2026