Karya: Elvira turnip
Kau datang seperti nada yang terlambat satu ketuk—
bukan salah, hanya tidak tepat waktu—
dan orkestra dunia terlanjur berpindah
ke bar berikutnya tanpa menunggu.
Aku menyimpanmu di laci yang tidak punya kunci,
bukan karena percaya,
melainkan karena tidak tahu
mana tempat yang lebih jujur dari ingatan.
Mereka yang terlupakan tidak mati. Mereka duduk di sudut hari yang tidak kita buka— menghirup debu dari tahun-tahun yang kita lalui tergesa.
Mungkin begini cara paling sunyi untuk mencinta: menaruh seseorang di dalam kata yang tidak pernah sempat kita ucapkan—
hingga suatu malam, tanpa hujan sekalipun, tanganmu terasa lebih nyata dari semua yang pernah kupegang.
Kabupaten Simalungun, 15 Mei 2026