Aksara Tiada Ujungnya
Karya: Erwin Zebsy PrihandaniAsmaraloka berawal ketika
Penaku menjatuhkan setetes tinta di kertas.
Tetesan tinta itu mengutip sebuah aksara untukmu
Dan menjadikannya karya yang tiada akhir.
Setiap hari penaku menari di atas kertas
Demi mengukir sesuatu tentangmu.
Jari-jemariku tiada lelah
Untuk menulis aksara yang tak kunjung kau baca.
Biarlah rasa ini menjadi pratipa
Yang tersimpan di keheningan pustaka,
Sebab memilikimu hanyalah bab buku
Yang telah hilang lembarannya.
Setiap kali kau terlintas di pikiran,
Menjadi isyarat untuk melupakan yang lainnya.
Karena mengagumimu bak menatap rasi bintang:
Sangat jauh, namun rugi jika diabaikan.
Dalam sanubari terdalam,
Kusimpan binar akara,
Dan kutulis di akhir aksara
Agar abadi di dalam juita.
Pacitan, 29 Mei 2026