ESTER TARMIATI - Ibu di Tengah Rumah yang Diam (LCP 46)

📅 27 Mei 👁 Memuat...

Ibu di Tengah Rumah yang Diam

Karya: ESTER TARMIATI


Aku mengagumi ibuku.
Di rumah kami,
lelaki terbiasa dilayani.
Piring selalu bersih,
nasi selalu hangat,
sementara ibu
jarang sekali dipeluk lelahnya.

Ia bangun sebelum subuh,
menanak nasi,
menggoreng lauk,
lalu pergi bekerja
dengan tubuh yang terus dipaksa kuat.

Siang hari
ibu membersihkan rumah orang lain.
Sore pulang,
ia kembali ke dapur,
mengiris bawang
sambil menahan pusing
yang diam-diam tumbuh di kepalanya

Dan kami,
terlalu sibuk menjadi anak-anak
yang hanya tahu meminta.

Sampai suatu hari
tubuh ibu menyerah.
Di ranjang rumah sakit itu
ia tampak kecil sekali,
padahal selama ini
dialah rumah
tempat kami pulang.

Ketika ibu pergi,
nasi di meja terasa dingin,
dan rumah tak lagi terdengar hidup

Kini dalam sunyi rumah ini,
aku mengagumi reruntuhan tubuhmu,
yang hancur perlahan demi menjaga kami tetap utuh.

Ibu, kaulah menara terindah yang pernah tegak di hidupku.


Sangkulirang, 25 Mei 2026