FATHUSYAIFA TSALITS - ELEGI DI SELASAR WAKTU (LCP 46)

📅 31 Mei 👁 Memuat...

ELEGI DI SELASAR WAKTU

Karya: FATHUSYAIFA TSALITS


Di lengkung langit menua, akulah sebaris ayat
kautulis dengan jemari karbon, lalu kauhapus lewat lambaian lambat.
Seperti jelaga pada dinding tungku sunyi,
menatap kepulan asap, membaca arah tak kembali.
Aku, kota tanpa kompas di kepalamu,
labirin mati yang merawat belukar jalang.
Cetak biru kita karam di palung abai,
terkikis deras arus dan dingin penolakan.
Bagaimana mungkin arsitektur yang kita rupa,
hangus jadi sekeranjang abu tanpa serapah?
Kau kini angin yang fasih mengeja jalan pulang,
sementara di sini, engsel-engsel karat mengunci kenangan.
Aku mengawetkan aromamu pada serat usang,
meski tahu, namaku pudar di lembar buram.
Mari rayakan sunyi sebagai ritus purba,
tempat ku melarung detak yang kaukira abadi.
Sebab menjadi yang terlupakan bukanlah tentang mati,
melainkan hidup sebagai hantu,
di rumah yang pernah kita sebut panti.


Musi Rawas, 28 Mei 2026