Herudiansyah - Debuman Pelan (LCP 46)

📅 31 Mei 👁 Memuat...

Debuman Pelan

Karya: Herudiansyah


​Di antara sekian pamit yang pergi,
aku enggan menjatuhkan rasa
pada persimpangan yang memberiku isyarat
untuk berhati-hati pada jalan yang ramai.

​Pada ragamu yang dulu aku genggam,
kini pundakmu tak lagi bersandar padaku.
Kau menyeberang dengan tergesa-gesa
hingga membuat diriku terjatuh.

​Kau pergi hanya menyisakan rasa di dadaku;
rasa yang tak kunjung reda guna melampiaskan amarah,
yang membuat kepalaku ramai.

Berdiri teguh di ambang sia-sia,
kala senja membisu kelabu,
kau adalah tenang yang paling rumit,
di antara sukmaku yang kian menjerit.

"Terlupakan."
Buku di tangan itu akhirnya ditutup dengan suara debuman pelan.
Aku mengembuskan napas berat,
lalu berlari ke arah persimpangan.


Bulungan, 28 Mei 2026