Karya: Icha Selvinia Munisa
Kita sekarang hanya dua nama
yang saling lewat tanpa sapaan,
padahal dulu ada banyak cerita
yang tumbuh dari obrolan sederhana.
Aku masih menemukanmu
di bait lagu yang tak sengaja diputar malam-malam,
di sunyi yang terlalu penuh kenangan
untuk sekadar dianggap biasa.
Kamu memilih pergi bersama perubahan rasa,
sedangkan aku masih menetap
di tempat yang pernah kita sebut bahagia.
Beberapa luka darimu belum sepenuhnya pulih,
namun anehnya hati ini tetap memihakmu.
Kadang aku heran,
mengapa ada orang yang bisa melepaskan dengan mudah,
sementara yang ditinggalkan
harus belajar ikhlas sedikit demi sedikit.
Mungkin memang tidak semua yang saling menemukan
ditakdirkan untuk tetap tinggal.
Surabaya, 22 Mei 2025