Hati Yang Berbunga
Karya: Imelda Dwi Rizkita RahmasariTak pernah ku sangka,
aku akan kembali jatuh suka,
pada sosok yang baru kukenal beberapa hari,
yang tak pernah melirikku sesekali.
Ketika melihat senyumnya hatiku berdesir hebat,
karena senyumnya bukan sekedar lengkung bibir,
melainkan metafora yang terlalu indah terukir,
Sorot matanya pun terlalu sayang untuk diabaikan.
Tolong sampaikan padanya,
bahwa cahaya rembulan pun redup tatkala disandingkan dengan rupanya
Ini bukan sekedar hiperbola,
melainkan suara hati yang berbunga.
Andai kau dan aku berakhir menjadi kita,
sayangnya itu hanya khayalan belaka,
karena pada akhirnya,
aku hanya penikmat, bukan pemilik sesungguhnya.
Mojokerto, 19 Mei 2026