mengagumi dalam diam
Karya: khusnul khotimahDi dunia yang sering bising oleh keluh kesah, dan tergesa oleh berlalunya waktu,
aku selalu menemukan tempat berhenti yang paling tenteram —
bukan di tengah taman yang rimbun dan hijau,
bukan pula di tengah riuh tepuk tangan atau pujian manusia,
melainkan di sepasang mata biru yang memancarkan keindahan,
pada senyuman yang gemanya terasa sampai ke dalam dada,
dan pada segala hal tentangmu yang tak sanggup aku gambarkan dengan kata.
Caramu tertawa, caramu menatap,
caramu hadir seolah tak disengaja —
namun meninggalkan jejak yang tak pernah pudar, tetap terasa lama.
Seandainya dunia ini ibarat sebuah kisah tertulis,
maka kebahagiaan bersamamu adalah akhir cerita yang paling kuimpikan,
bab terakhir yang tak pernah sungguh-sungguh ingin kututup,
tempat setiap baris kalimatnya terasa bagaikan pelukan hangat,
dan setiap tanda berhenti hanyalah jeda…
hanya agar aku bisa semakin mencintaimu, lebih dalam lagi.
Namun semua itu hanyalah untaian kata yang terucap dari bibirku saja —
karena bagiku, kau bagaikan langit yang terbentang indah di atas sana:
jelas terlihat, memukau hati… namun tak akan pernah sanggup kugapai.
serang, 25 mei 2025