Lalu Leo Husen Mahendra - Di Ambang Matamu, Aku Belajar Sunyi (LCP 46)

📅 16 Mei 👁 Memuat...
Di Ambang Matamu, Aku Belajar Sunyi
Karya: Lalu Leo Husen Mahendra 




Aku mengagumimu
seperti laut memandangi bulan—
tak pernah menyentuh,
namun tetap pasang oleh kerinduan.

Namamu jatuh di dadaku
bagai hujan pertama di tanah kering;
diam-diam meresap,
diam-diam menumbuhkan musim.

Ada sesuatu dalam matamu
yang membuat waktu rela berhenti berjalan.
Seolah Tuhan menitipkan cahaya
pada sepasang malam yang tenang.

Aku mencintaimu
dengan cara yang diajarkan angin kepada daun:
tak memiliki,
namun rela menari saat disentuh.

Bukankah mengagumi
adalah ibadah paling sunyi?
Ketika seseorang hidup
di dalam doa-doa yang tak pernah diumumkan.

Kau tak perlu tahu
betapa sering namamu kusebut
di antara desir sepertiga malam,
bersama air mata yang belajar menjadi embun.

Sebab aku telah mengerti—
cinta bukan tentang menggenggam,
melainkan menjadi langit
yang rela luas demi satu burung pulang.

Dan jika suatu hari
takdir menuliskanmu bagi orang lain,
aku akan tetap tersenyum
seperti senja menerima gelap
tanpa pernah membenci malam.

Karena mengagumimu
telah mengajarkanku satu hal:
bahwa hati yang benar-benar mencinta
tak selalu ingin memiliki,
kadang ia hanya ingin
melihat seseorang bahagia
meski bukan bersamanya.


Karangasem, 04 April 2026