Cakrawala yang memeluk senja
Karya: Mohammad Unais AnsoriAku mengagumimu sebagaimana cakrawala yang memeluk senja tanpa pernah meminta namanya disebut dunia. Kamu adalah musim yang tetap teduh meski diam-diam diguyur badai paling purba.
Pada matamu yang menyimpan gerimis, aku melihat langit belajar tabah. Sedangkan bibirmu yang masih melahirkan senyum adalah doa panjang yang disembunyikan Tuhan dalam rupa manusia.
Kau berjalan di atas luka tanpa menjadikannya nyanyian ratap. Seolah kecewa hanyalah debu yang gugur perlahan di telapak kesabaranmu.
Aku mengagumimu bukan karena kau tanpa cela, melainkan sebab hatimu tetap menjelma pelita meski berkali-kali angin kehidupan mencoba memadamkannya.
Dari dirimu aku memahami: manusia paling indah bukan yang hidupnya dipenuhi kebahagiaan, melainkan mereka yang tetap menumbuhkan kelembutan di tengah dunia yang menyakitkan.
Gapura, 28 April 2026