Karya: Nanda Putri Adelina
Dalam senyap yang tak bersuara,
aku menyimpan riuh yang tak kasat mata.
Kau datang seperti hujan kecil yang lupa asalnya,
Diam-diam menghapus guratan gersang yang telah lama usang.
Aku tidak jatuh pada cahaya,
Melainkan pada teduhmu yang berjaya meluluhlantakkan batinku.
Tuan, bagaimana pula aku agar tak membisu?
Sedang lengkungan sabit darimu membekukan suaraku,
Aneh. Milyaran kata yang kususun telah berlarian
Sebab pijar yang kau lempar menjadikanku tak karuan.
Kekaguman tak pernah jadi alasan,
Namun mengajarkanku
teguh berikrar “Cinta jauh dari sebatas kepemilikan”.
Kumohon Tuan, ketahuilah satu hal
Tentangku yang selalu mengirim seporsi lantunan,
Bahwa ke mana pun angin membawamu pergi
Namamu adalah bait yang tak pernah usai kutitipkan.
Jika waktu berjalan tanpa menoleh,
Aku hanya akan meninggalkan gaung
yang tidak benar-benar selesai,
dan terus hidup dalam sunyi.
Jember, 23 Mei 2026