Lunar di Rahim Palung
Karya: Nur NisaMenarik leher perlahan, pada pahatan bernyawa di luar lingkar
Entah kapan, pusat kerlingan dalam ini benar-benar selesai
Nahasnya, pucuk tangkai nan gatal menusuk menjelma palung dalam
Gelap kian mengelilingi, menggigil dingin tangkai surya kecilku
Ada atau tiada cahaya, berlalu atau sampaikah energi surya kecilku?
Goyahkah tebingmu, jika aku menyingsing, membawa fajar yang baru?
Ungkapan kunang-kunangku berpendar teduh, tak jemu pada luarmu yang pelan membiru bisu
Menguarkan lunar penuh pada punca netra malamku
Irama tirta palungmu, buat surya kecilku memilih untuk: mengagumi
Pasuruan, 27 Mei 2026